Rabu, 13 November 2024

Delusion

Dulu aku pernah berandai - andai, untuk menikah muda punya suami yang bertanggung jawab, punya anak yang berbakti dan hidup sederhana layak nya buku bahasa Indonesia yang sering aku baca disaat aku masih duduk di bangku sekolah.
Setiap buku pelajaran yang aku baca ada gambar rumah sederhana dengan pekarangan bunga, tanaman kebundaan hewan peliharaan. Aku sangat menyukainya.

Tapi itu dulu 20 tahun yang lalu, itu impian gadis remaja yang mendambakan keluarga yang sederhana dan harmonis. 

Sekarang aku sudah 34 tahun, tidak berani untuk berandai-andai. Untuk menikah muda, waktu sudah berlalu. Untuk memiliki anak juga mustahil karena sampai detik ini aku belum menikah.

Aku iri dengan aku yang dulu berani berandai-andai dan mendambakan keluarga yang sederhana dan harmonis. 
Aku yang sekarang tidak berani. Entah tidak berani berandai-andai, Entah tidak berani menjalin hubungan, akupun tidak tau. 

Selasa, 07 Mei 2024

Aku juga ingin

Ibu,,,
Ternyata aku anak perempuan mu yang malang
Ibu,,,
Aku tau harapanmu
Ibu,,,
Aku tidak ingin kau menatapkan dengan tatapan sendu
Ibu.. oh.. Ibu...
Aku juga ingin 
Memakai gaun putih nan cantik
Ada cincin di jari manis yg pas
Tapi Ibu,,,
Aku tidak seberuntung mereka
Ibu,,,
Bisakah kau tetap berada disisi tanpa mempertanyakannya
Bisakah aku hidup berdua saja denganmu hingga akhir hayatku. 


Rabu, 03 April 2024

H I D U P



Jalan yang tak berujung
Setapak demi setapak, niat hati ingin mencari kebahagian, tapi terkadang lupa dengan tujuan awal kenapa harus berjalan, kenapa aku menjalaninya?, apa yang aku cari?, bahagia seperti apa yang aku inginkan?

Selasa, 02 April 2024

Kosong



Aku pikir aku paling memahami diri ini, ternyata tidak. 
Siapa aku? 
Apa yang aku inginkan sebenarnya? 
Kebahagian seperti apa yang aku cari?
Apa yang membuat diri ini bahagia sebenarnya?

Lalu kehidupan seperti apa yang aku jalanin sekarang?
Apakah itu benar-benar aku, atau aku hanya akting berbaur agar hadir ku di rasa orang-orang. 

Lalu bagaimana dengan tawaku, kecewaku dan tagisku. Kenapa hanya tangis dan kecewa yang terasa nyata dan tawaku terasa hampa.